Surat Untuk Amin Nurdin (Part 3)

Sumber Foto : www.pusatgratis.com

Tidak semuanya perlu kamu bicarakan, karena tidak semua orang mau mendengarkan ceritamu. Bahkan orang yang paling peduli padamu pun kadang hanya berpura-pura tertarik pada pembicaraanmu.




Hai Amin Nurdin. Sekarang Mei 2016. Saya mengirimkan ini dari kamar kosn yang telah hampir 5 tahun akan kamu tinggali kelak. Apa kabar kamu hari ini? Semoga orang tua kita juga selalu sehat yah, Ingat jaga mereka, kadang emang mereka menyebalkan, terutama Bapakmu itu loh, apapun yang dia lakukan ke kamu, adalah kasih sayangnya, dia hanya tidak ingin kehilangan wibawanya di depan akanya, makanya kadang selera humornya hilang saat berhadapan dengan kita, sosoknya menjadi antagonis dimatamu bukan? tapi saat ini saya sadar, dia begitu baik.

Nur, Nurdin, hahaha menyebalkan juga nama itu, selalu jadi bahan ejekan, tak jauh beda dengan nama Amin mu itu, aku tersiksa sampai saat ini. tapi kamu harus belajar bersyukur dari sekarang, agar saya dimasa ini sudah tak lagi mersa tebebani oleh nama itu.

Ada yang ingin saya ceritakan, saya harap kamu tidak melakukan kesalahan yang membuat saya menderita di masa ini. 

Oh iya, sekarang kamu kelas 1 SMA, saya akan beritahu hal-hal yang harus kamu perbaiki demi kita, demi saya dimasa ini. Sangat sulit mengikuti alur fikiranmu, sampai sekarangpun semua orang tak mampu mengikutimu, kabar buruknya, sampai saat ini pun kamu sulit menjadi apa, dan kamu bukan siapa-siapa.

Jangan biarkan perempuan menangis, apalagi didepan umum, itu sangat menyiksa saya saat ini. Setelah itu kita menjadi sering menyakiti hati perempuan, membuatnya menangis bahkan beberapa kali kamu akan berhubungan dengan seorang perempuan, belum pernah ada yang benar-benar bilang ke kamu "Makasih yah, kamu buat aku bahagia, aku bangga punya kamu". Sebegitu menyebalkannya kah kamu dari dulu sampai pada masa saya sekarang pun masih seperti itu?

Saya tahu, masalah hati tidak ada yang tahu, tapi saya tahu apa yang ada dihati kamu, karena saya mengalamainya pada saat itu. Beranilah katakan "Kita putus", walau kamu tak memulainya bukan berarti kamu punya hak untuk menggantungnya. Kebodohamu tak berani memutuskan perempuan adalah menyiksa saya. sampai hari ini hari saya menulis ini, hampir 762 kali kamu membuat perempuan menangis, sebegitu pengecutkah kamu?

Apa ini kutukan buat kita? saya harap kamu bisa memperbaikinya dan tak melakukan kesalahan bodoh, tidak semua orang menyukaimu, sulit sekali kamu bergaul, bahkan kelak saat kamu memiliki kekasih, dia pun hanya akan berpura-pura mencintaimu, meyakitkan bukan? sikap kasarmu adalah dosa terbesarmu.

Dan lagi, mulai lah menabung, kamu harus kuliah, jangan berhenti. kesalahanmu membuat saya frustasi saat ini.

Saya ingin kita jadi pendiam saja, banyak keputusanmu yang ceroboh dan malah sangat menyebalkan.

Oh iyah, hari ini kamu akan mengalami kecelakaan kecil, entah pada siapa saya harus cerita, tak ada yang peduli dengan keadaanmu, satu pesan saya, lebih sabarlah berkendara, mematuhi aturan saja tidak cukup, jalanan bagai rimba disini, kamu tidak salahpun bisa jadi salah. Seseorang telah manabrak ban belakang motormu, kamu tidak jatuh  tidak yang jatuh kamu yang kena marah padahal kamu tidak salah, menyebalkan bukan? saat itu kamu akan merasa ketakutan dan gemetaran, dan kamu tak tahu harus cerita pada siapa makanya kamu akan menulis surat ini.

Dan malan kemaren emak kita menelpon, dia sakit, sedih sekali mendengarnya, entah pada siapa saya harus bicara, saya harap saat ini kamu harus menuruti apapun perintah emak, APAPUN, buat dia bahagia.

Masih banyak yang ingin saya ceritakan, semoga bisa bercerita dan berkirim surat lagi padamu, saya berpesan, dikelas 1 SMA ini, kamu akan putus, dan kamu akan mendapatkan 100x perempuan lebih baik, dan mungkin kamu gak akan sadar ada perempuan lain yang memperhatikanmu, saya tak ada bicara banyak tentang itu, nikmati saja prosesnya, atur emosimu yah, saya tersiksa belum bisa berubah sampai saat ini.

Comments

Popular Posts